Pages

Basuih Comedy Underground

About BASUIH : Basuih Profil Versi Ujang : Mula - mulanya kami bermain iseng2 saja. Lalu da Bud X-Sre Sutudio menyuruh kami Merekam Lagu kami..lalu jadilah begini ^_^
Basuih Profil Versi Kurip : Mula2nya kami bermain bertiga, sudah lama main bend kami ada konflik diantara kami bertiga dan kami terpecah belah menjadi dua orang yaitu Ujang dan Kurip, kami bermain berdua saja lagi sampai sekarang dan lama2 maen berdua disuruh dabut X-Sre kami rekaman dan akhirnya keluarlah EP kami yang diberi judul MINANG COMEDIAN CORE METAL... sanak wak ndak tantu jo komputer doh..jadi maklum c lah yo...di rumah biaso manjaik..nan jaleh dia wak maatua banang, mamotong kain tu dijaik jadi jeket.. ..
 
Download lagunya disiko :

Basuih - Maliang Gadang


Basuih - Nasi Goreang

Pemain berdarah Batak perkuat klub Serie-A Italia


Klub Serie-A Cagliari resmi mengikat Radja Nainggolan untuk memperkuat tim asal Sardinia itu. Nainggolan ditukar dengan Mikhail Sivakov

Sebelumnya Nainggolan memperkuat Piacenza sejak 2005. Seperti diberitakan Football Italia, ia pindah ke Cagliari dengan status pinjaman. Cagliari mendapat opsi untuk membelinya di akhir musim ini.

Walau punya nama Batak, Nainggolan berkewarganegaraan Belgia. Darah Bataknya datang dari sang ayah, Marianus Nainggolan.

Usia gelandang potensial ini baru 21 tahun. Ia sempat ditaksir dua tim besar yakni Fiorentina dan AS Roma.

Pemain berdarah Indonesiapun, Radja Nainggolan, senang dengan kepindahan ke Cagliari. Pemain asal klub Serie B Italia Piacenza ini secara resmi pindah ke klub barunya dan siap menyongsong tantangan di kompetisi tingkat teratas.

"Saya datang dengan penuh antusiasme. Tujuan saya di sini untuk berkembang pesat," tuturnya kepada Itasportpress.

"Saya mempelajari transfer ini dan saya segera menyepakatinya. Cagliari kelihatannya tim yang bersatu dan kompak. Sisanya saya akan ketahui langsung nanti."

Radja siap bermain di posisi manapun sesuai instruksi pelatih Massimiliano Allegri.

"Saya bisa bermain di berbagai posisi di lini tengah. Saya lebih baik jika diposisikan di kiri, tapi saya harap bisa mendapat tempat dalam tim inti, di mana saya ditempatkan itu tak masalah," tukasnya.

Radja bermain untuk Piacenza sejak 2005 dan menjadi bagian tak terpisahkan dari timnas Belgia U-21 sebelum akhirnya mencicipi debut bersama timnas senior tahun lalu.

Emerson kagumi Skill pemain Sociedad Anónima Deportiva (S.A.D.) Indonesia


Tim Indonesia SAD mencatat hasil menggembirakan dalam turnamen Punta Cup 2010 yang belangsung dari tanggal 8 hingga 16 April di Punta Del Este, Uruguay. Dalam tiga penampilannya di grup B, Syamsir Alam dkk berhasil mencatat hasil sempurna dengan tiga kemenangan.
Indonesia memulai turnamen ini dengan mengalahkan San Carlos Uruguay 2-0, Kamis (8/4). Dua gol Indonesia diborong oleh sang maskot tim, Syamsir Alam. Pada laga berikutnya menghadapi Tamoio FC Brasil, Jumat (9/4), tim asuhan pelatih Cesar Payovich ini berhasil menang telak 3-0. Tiga gol Indonesia disarangkan oleh Rahman Lestaluhu, Syamsir Alam dan Yandi Sofyan.
Lawan berat dihadapi Indonesia pada hari ketiga, yakni finalis Punta Cup tahun lalu, Pao De Azucar. Hebatnya, Indonesia kembali merengkuh kemenangan dengan skor tipis 1-0 melalui gol tunggal Yandi Sofyan.
Untuk sementara Indonesia SAD menduduki peringkat atas grup B dan akan menjalani pertandingan terakhir di grup tanggal 12 April melawan Central Espanol Uruguay.
Punta Cup adalah turnamen yang khusus dibuat untuk kategori pemain-pemain berusia 19 tahun kebawah. Selama pelaksanaannya sejak tahun 2004, sudah banyak pemain besar yang lahir dari turnamen ini. Salah satunya adalah Alexander Pato yang langsung dibeli AC Milan dari klub Internacional Brazil.
“ Selain klub-klub lokal Uruguay, seperti Penarol, Nacional dan River, turnamen kali ini juga dikuti oleh klub-klub kuat dari Brazil seperti Santos, Internacional, Pao De Azucar dan Pumas Mexico,” kata Demis Djamaoeddin, manajer Indonesia SAD.
Pertandingan melawan Pao De Azucar menjadi catatan tersendiri bagi tim Indonesia SAD. Pasalnya Syamsir Alam dkk mampu membuat kagum Emerson, pemain veteran Piala Dunia Brazil, yang juga mengirimkan tim asuhannya, Academia Emerson Porto Alegre. Pemain yang sempat menjadi salah satu bintang di klub-klub Serie-A, AC Milan & AS Roma ini mengakui kualitas tim & pemain Indonesia SAD diatas klub Pao De Azucar, sehingga pantas memenangkan pertandingan.
“Saya tidak pernah mengira Indonesia mempunyai pemain-pemain yang berbakat seperti ini. Dengan kerja keras, bukan tidak mungkin Indonesia akan bisa banyak berbicara di masa yang akan datang”, ujar Emerson kepada Demis Djamaoedin melalui penerjemahnya.
Sementara itu, tanggal 3 April yang lalu menjadi hari terakhir pertandingan Indonesia SAD di kompetisi Campeonato Uruguay. Selanjutnya kompetisi akan dilanjutkan di Torneo de Honor. Campeonato Uruguay terdiri dari 4 grup dimasing-masing kategori umur yang dimulai dari U13 sampai dengan U19.
Penjumlahan angka total dari semua kategori umur menjadi angka akhir yang menentukan di kelompok mana suatu kesebelasan akan bertanding di kompetisi Torneo de Honor. Kelompok atas Torneo de Honor disini oleh kesebelasan yang berperingkat 1 sampai dengan 3 disemua kategori umur, sedangkan kelompok bawah diisi oleh peringkat 4 sampai dengan 6.
Kesebelasan Indonesia SAD akan bermain dikelompok bawah karena menduduki peringkat 4 di grup C U19 (cuarta). Pertandingan di Torneo de Honor akan dimulai tanggal 17 April dengan sistem home-away dan berlangsung selama 2 (dua) putaran. Indonesia akan mulai bertanding dikandang melawan Huracan tanggal 24 April.

SAD Indonesia Gagal Di Punta Cup 2010

13 April 2010

SAD Indonesia yang berada di grup B Punta Cup 2010 harus melupakan impiannya melaju ke babak perempat final setelah dikalahkan Central Espanol 0-2. Hasil ini membuat tiga dari lima tim yang berada di grup B memiliki nilai yang sama, namun sayangnya SAD (Sociedad Anónima Deportiva) Indonesia kalah dalam produktivitas gol dan hanya berada di peringkat ketiga.

Punta Cup merupakan turnamen yang digelar khusus untuk pemain-pemain yang berusia dibawah 19 tahun. Turnamen ini diikuti oleh berbagai klub dari benua Amerika Latin seperti River Plate (Argentina) dan Nacional (Brasil). Pada pagelaran tahun ini, Punta Cup 2010 diikuti oleh 20 tim yang dibagi menjadi 4 grup dimana masing-masing grup meloloskan dua wakil ke perempat final. Turnamen ini menggunakan waktu permainan 35×2 menit.
SAD Indonesia sebenarnya sempat mengejutkan dengan mengemas poin sempurna dengan meraih tiga kemenangan dari tiga pertandingan. Pada pertandingan pertama, SAD Indonesia menang atas San Carlos (Uruguay) 2-0 melalui dua gol yang diciptakan Syamsir Alam. Di pertandingan kedua giliran Tamoio (Brasil) yang digasak SAD Indonesia 3-0 tanpa balas, dan pada pertandingan ketiga, finalis Punta Cup musim lalu, Pao de Açúcar, juga dikalahkan 1-0 melaui gol Yandi Sofyan. Hanya sayang, dipertandingan terakhir, SAD Indonesia harus mengakui keunggulan Central Espanol (Uruguay) dan harus terhenti langkahnya di turnamen ini.

 Punta Cup 2010
Trofeo "Peluffo Giguens"
8-16 April 2010
Punta del Este, Uruguay


Grup B
No Tim Ma M S K GM GK Poin
1 Pao de Açúcar 4 3 0 1 10 2 9
2 Central Español 4 3 0 1 8 4 9
3 S.A.D. Indonesia 4 3 0 1 6 2 9
4 Tamoio F.C. 4 1 0 3 3 12 3
5 San Carlos 4 0 0 4 1 8 0

8 April 2010:
Indonesia 2-0 San Carlos
(Syamsir Alam - dua gol)

9 April 2010:
Indonesia 3-0 Tamoio
(Abdul Rahman Lestaluhu, Yandi Sofyan Munawar, Syamsir Alam)

10 April 2010:
Indonesia 1-0 Pao de Açúcar
(Yandi Sofyan Munawar)

12 April 2010:
Indonesia 0-2 Central Español

Daftar Pencetak Gol (Semua Kompetisi):

4: Syamsir Alam
3: Abdul Rahman Lestaluhu
2: Yandi Sofyan Munawar
1: Achmad Resal Octavian

Ada Anak Indonesia di Tim Junior MU


Namanya adalah Hanif Sjahbandi dan usianya baru 13 tahun. Sebagai pesepakbola muda ia kini tengah berlatih bersama salah satu klub besar dunia, Manchester United, di Inggris.

Hanif adalah anggota timnas Indonesia U-13 yang pada bulan Mei 2009 lalu terbang ke Malaysia untuk berlaga di Festival Sepakbola AFC. Kini berbulan-bulan setelah event tersebut Hanif telah berada di tempat yang berbeda, di Manchester.

Dikutip dari 
detikforum, Hanif yang berposisi sebagai bek kini tengah berlatih bersama tim junior The Red Devils. Dari foto-foto yang tersebar, terlihat Hanif tengah berlatih bersama beberapa anak-anak dari negara lain.

Bahkan dalam salah satu foto tampak ia tengah sibuk memperhatikan instruksi dari pelatih tim 
reserve MU, Ole Gunnar Solskjaer. 



Berlatih bersama banyak anak-anak dari berbagai negara dunia di sekolah sepakbola Manchester United, Hanif Sjahbandi tak kalah bersaing. Dia malah termasuk yang paling berprestasi di angkatannya.

Hanif Sjahbandi mengikuti kelas latihan yang diadakan Manchester United pada pertengahan tahun 2009 lalu. Dia terbang ke Inggris setelah membantu timnas U-13 memenangi AFC U-13 Festival of Football di Malaysia.

Selama menjalani kursus sepakbola di MU, Hanif ternyata tampil mengesankan. Atas dasar performa dan nilai bagus yang didapat, dia kemudian mendapat undangan untuk berpartisipasi di 
World Skills Finals 2009 yang dilangsungkan di Old Trafford.

World Skills Finals merupakan sebuah kesempatan yang diberikan pada siswa Kursus Sepakbola Manchester United yang dianggap punya prestasi dan tampil menonjol. Dalam ajang tersebut, peserta mendapat kesempatan menjalani sesi latihan yang lebih intensif, melakukan tur di 
Theater of Dreams, merumput di Old Trafford serta menyaksikan pertandingan Premier League dan kaga tim akademi.

Selain memiliki akademi sepakbola, untuk menjaga regenerasi pemain, MU juga memberi kesempatan pada seluruh anak di dunia untuk 'Hidup, Berlatih dan Bermain Seperti Cara MU' melalui kelas kursus yang mereka buka. Kelas kursus tersebut terdiri dari berbagai kategori dan biaya, yang dibedakan berdasarkan tingkatan umur.

Seperti dikutip dari 
manutdsoccerschools, jumlah yang harus dibayarkan peserta kursus berbeda tergantung jenis kelas yang diikuti. Untuk "Residential Course" misalnya, The Red Devils mematok biaya sebesar 549,95 poundsterling (Rp 8,1 juta) untuk rentang usia 8-18 tahun.

Siswa kursus kelas tersebut akan menginap selama lima hari di tempat yang sudah disediakan. Setiap harinya mereka akan menjalani latihan rutin, yang tingkatannya dibedakan berdasar usia dan jenis kelamin.

Jika nantinya ada 
scout The Red Devils melihat ada pemain dengan potensi besar dari kursus sepakbola ini, sangat mungkin untuk terus dipertahankan hingga beberapa tingkat jenjang umur berikutnya.


Foto Lainnya broth !! 
Foto Lainnya broth !!
Foto Lainnya broth !!   
Foto Lainnya broth !! 
Foto Lainnya broth !! 
Foto Lainnya broth !!  
Foto Lainnya broth !!   
Foto Lainnya broth !!    


sumber foto

"TEJA PAKU ALAM" Pemain Asal Sumatera Barat Berlatih Ke Uruguay

TEJA PAKU ALAM (16), anak Surantih yang tengah menimba ilmu di SMA 5 Padang mendapat kesempatan untuk berlatih sepak bola di Uruguay dan akan bermukim di negara itu untuk masa waktu 4 tahun kedepan.

Ketika pamit kepada Bupati Pesisir Selatan H.Nasrul Abit sore kemaren, Teja yang didampingi pelatih SSB Painan Man Caniago dan Adrial Yusmar menjelaskan tentang keberangkatannya itu.

“Insya Allah, 25 Januari ini kita sudah berangkat pak. Mohon do’a restu dan saya akan bermukim disana selama 4 tahun”, tutur Teja yang merupakan anak kedua dari Ipda Yusman.ZK,SH Kanit Laka Lantas Polres Pesisir Selatan.

Menurut Teja, keberangkatanya ke Uruguai merupakan hasil tes yang digelar PSSI dalam Program Pelatihan Usia Muda PSSI. Ada 46 orang peserta se Indonesia yang mengikuti tes itu, dan yang lulus 25 orang. Teja Paku Alam merupakan satu dari 25 yang lulus itu, dan satu-satunya dari Sumatera Barat.

“Disamping memperdalam ilmu sepak bola, kita juga melanjutkan pendidikan disana, dan semua biayanya ditanggung penuh PSSI”, tutur Teja yang mempunyai tinggi 174 Cm dengan posisi sebagai penjaga gawang.

Bupati H.Nasrul Abit menyampaikan rasa salut dan bangga atas keberhasilan Teja dibidang sepak bola itu. “Ini prestasi yang luar biasa dan membanggakan Pesisir Selatan”, kata Nasrul Abit.

Pesan saya, kata bupati, jaga kesehatan sehingga selalu mempunyai fisik yang prima, kemudian jaga nama baik bangsa dan negara. Bangun rasa kebersamaan dengan kawan-kawan, kemudian sekolah juga harus diutamakan.

Teja Paku Alam yang baru saja menamatkan pendidikan di MTsN Salido enam bulan lalu, kemudian melanjutkan sekolah ke SMA 5 Padang. Semasa di Painan, dia bergabung dengan club SSB Painan asuhan Man Caniago dan kawan-kawan.

Syamsir Alam, “Anak Balingka” yang Haus Gol








Syamsir Alam, goal getter tim SAD Indonesia dalam Quinta Division Uruguay 2008/2009, ternyata adalah anak “Rang Balingka” Kabupaten Agam. Nun, jalan menuju kelok 44 yang terkenal panorama alamnya di Sumatra Barat, sambil menyaksikan kemilau air danau Maninjau.
Pemain kelahiran 6 Juli 1992 ini, dalam kompetisi Quinta Division U-17 Liga Uruguay yang telah dijalaninya, acap kali menciptakan gol untuk kesebelasannya. Produktifitas Syamsir memang tercipta berkat penampilan briliannya dalam setiap pertandingan.
Sementara pada putaran pertama, dari 23 pertandingan yang dilaksanakan, Syamsir Alam juga telah mengoleksi 10 gol selama kompetisi putaran pertama tahun 2008 lalu, disusul Shalan Shodiq dengan 5 gol, hingga total gol yang telah diraihnya selama kompetisi Quinta Division berjumlah 14 gol, sementara untuk putaran pertama ini anak sulung dari Edinas Sikumbang,SH yang pengacara kondang di Jakarta dan berkantor di Menara Sudirman ini, baru mencetak satu gol waktu menjebol tim Racing, Awal April 2009 lalu.
Sehingga tidak mengherankan jika dari hasil analisa pelatih Cesar Payovich, performa Syamsir selalu mendapatkan nilai lebih. Dalam dua laga awal bahkan Cesar memberikan nilai 9 untuk aksi pemain bernomor punggung 10 ini.
“Dari segi fisik dan teknik, Syamsir Alam saat ini memang yang terdepan diantara pemain SAD yang lain. Kemampuan dribel dan pergerakan tanpa bolanya sangat baik. Saya harap ia terus tekun berlatih dan mampu mengambil pelajaran dari ketatnya persaingan di Liga Uruguay. Yang penting, jangan pernah merasa sombong dan puas diri,” komentar Cesar Payovich.
Dalam skema permainan Cesar Payovich, Syamsir Alam yang di akhir putaran pertama sering dimainkan sebagai gelandang serang yang bermain di belakang dua striker dalam pola 4-3-1-2, sejak dua pertandingan terakhir lebih dimaksimalkan sebagai striker bersama Alan Martha.
“Dengan kapasitas teknis dan visi bermainnya yang bagus, Syamsir Alam mampu memainkan peran yang bagus saat sebagai striker maupun gelandang. Buktinya, dalam beberapa pertandingan dia juga mampu mencetak gol saat bermain sebagai gelandang serang, “ tutur Cesar.
Tekanan pertandingan dalam Liga Uruguay 2008 dikatakan oleh Cesar tak berbeda jauh dengan di Eropa. Seorang pemain tidak hanya cukup mengandalkan kualitas teknis saja. Tapi diperlukan juga kondisi fisik yang prima serta visi bermain yang baik untuk selalu melepaskan diri dari tekanan lawan.
“Hal inilah yang harus terus dipelajari oleh Syamsir. Dalam beberapa pertandingan terakhir, ia selalu mendapatkan pengawalan ketat dari pemain belakang lawan. Ke depannya ia akan semakin mendapat penjagaan ketat karena sudah mulai disegani,” kata Roberto Regis Milano, agen yang mengurusi SAD Indonesia selama di Uruguay.
Dan kepiawaiannya dalam mengolah “si kulit bundar” di lapangan permainan, tidak hanya dikagumi para pelatih maupun pemain bola di Uruguay. Kalangan gadis-gadis cantik penggemar sepakbola di Amerika Latin juga ikut-ikutan mengagumi Alam. Salah satu diantaranya adalah Denise, warga Argentina penggila sepakbola yang ikut tergila-gila dengan Alam.
“Ah, Denise itu hanya teman biasa aja om. Kebetulan aja dia sering curhat sama Alam, sehingga terlihat kami sering bersama pada waktu libur latihan.” Kilah Alam ketika ditanya soal hubungan intimnya dengan warga Argentina tersebut. Bagi yang ingin kenalan dengan Alam, bisa membaca komentarnya dengan mengklik pas photo alam di halaman utama.
Memang, meski usia Syamsir Alam sebaya dengan 24 rekan lainnya di Uruguay, ia lebih memiliki jam terbang internasional yang tinggi. Saat masih berusia 12 tahun, Syamsir sudah memperkuat Timnas U-14 di Piala Asia U-14 2004. Ia juga sempat mencicipi mulusnya rumput di Perancis dalam kejuaraan Danone Cup. Yang terakhir, dalam usia 15 tahun, Syamsir malah berhasil masuk timnas U-19 asuhan pelatih Bambang Nurdiansyah di kualifikasi Piala Asia U-19 tahun lalu. Selain itu, Syamsir sudah pernah berlatih di Belanda bersama timnas U-23 dan tim-tim yunior Divisi Utama Belanda.
Dalam sebuah situs, Syamsir Alam mengaku memiliki kenangan yg mendalam selama berlatih dan bermain di Uruguay.

Kenangan bagusnya, saya tak bisa melupakan saat mencetak gol ke gawang Fenix. Terjadinya secara ajaib dan Allah berikan itu tepat di hari ulang tahun saya [6 Juli]. Lebih spesial lagi, itu adalah gol tunggal dan Indonesia sukses mengalahkan Fenix, yang merupakan salah satu tim besar Uruguay.
Tapi kenangan buruknya, di Uruguay pula saya mendapat kartu merah pertama sejak menjadi pemain. Usai dikartu merah, pelatih Cesar menghampiri saya sambil menghardik, "Jika bermain Kasar begitu lebih baik pulang saja ke Indonesia!"

Saya menjawabnya, "karena kalau tidak saya halangi, pemain itu akan lolos ke pertahanan tim." Tapi, Cesar mengatakan saya tidak perlu melakukan hal itu karena biarkan itu menjadi tugas masing-masing pemain sudah punya tanggung jawabnya. Itulah hebatnya Cesar bagi tim, beliau sudah tak ubahnya seperti seorang ayah bagi kami.
Saya akan berupaya semampu mungkin untuk bisa bermain di salah satu liga Eropa dan tidak bermain di Liga Indonesia. Bukannya sombong, tapi kita bicara realistis, pasti mimpi semua pemain sepakbola untuk bisa bermain di Eropa.

Insya Allah, dengan semangat dan kedua kaki, saya bisa mewujudkan mimpi kita semua yang sangat haus melihat salah satu anak bangsa bermain di Eropa.